Karya Tulis Ilmiah Kebersihan Lingkungan Sekolah 01
Karya Tulis Ilmiah Kebersihan Lingkungan Sekolah 01
Karya Tulis Ilmiah Kebersihan Lingkungan Sekolah 01
(KTI)
DISUSUN OLEH:
1. FEBRI NUR A.
2. EDI WIYANTO
Kelas XI IIS.2
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat, dan
menjadikan kita dalam golongan hamba-hambanya yang taat dan patuh kepada-
Nya, sungguh ini adalah suatu nikmat yang tiada taranya, yang dapat membawa
kita mendapatkan keridhaannya jika kita tetap dapat mempertahankannya sampai
akhir hayat kita.
Guna meningkatkan minat baca SMA, penulis telah menyelesaikan Karya
Tulis Ilmiah (KTI) yang berjudul “Kebersihan Lingkungan Sekolah Di SMA
Negeri 1 Pekalongan”. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendapat sumber
yang bermutu dan dapat menggugah keingintahuan siswa pada mata pelajaran
Lingkungan Hidup. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan rasa terima
kasih kepada yang telah menbantu dalam pembuatan karya tulis Ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para
pembacanya.
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian ............................................................................ 2
D. Manfaat Penelitian .......................................................................... 2
BAB IV PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................................... 11
B. Saran ............................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Kebersihan lingkungan sekolah sangat berperan penting bagi siswa dan seluruh
warga sekolah. Kebersihan merupakan salah satu hal terpenting untuk
menciptakan kesehatan lingkungan. Kebersihan juga berperan penting untuk
menciptakan lingkungan yang nyaman dan tentram. Tentu saja bila lingkungan
yang kumuh akan menjadikan orang menjadi enggan berlama lama untuk berada
di lingkungan tersebut. Maka kebersihan adalah harga mutlak untuk mewujudkan
lingkungan yang nyaman, termasuk lingkungan sekolah. Bagaimana mungkin
siswa mampu menangkap pelajaran yang disampaikan dengan maksimal bila
siswa itu sendiri kurang nyaman berada di kelas karena kotor. Belum lagi kamar
mandi sekolah yang identik dengan bau pesing dan kotor karena perilaku jorok
para siswa.
Di sekolah memang sudah tidak asing lagi dengan namanya jadwal piket. Yaitu
jadwal dimana beberapa siswa harus melakukan tugas membersihkan kelas dan
sekitarnya. Namun terkadang di beberapa sekolah jadwal piket kurang begitu
efektif karena mereka masih mengandalkan para penjaga sekolah atau biasa
dipanggil pak kebun sekolah. Inilah yang harus ditanamkan sejak dini kepada
anak – anak untuk sadar, tanggap dan tanggung jawab terhadap kebersihan
lingkungan untuk menjaga kesehatannya sendiri dan orang disekitar.
Pola hidup sehat dan bersih sudah pasti akan menghindarkan dari berbagai macam
penyakit yang mengintai saat di sekolah. Dengan menciptakan lingkungan sekolah
yang bersih, sehat dan nyaman yang bisa menumbuhkan semangat belajar siswa.
Bila sudah semangat dalam menerima pelajaran otomatis prestasi meningkat.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam karya tulis ilmiah ini
adalah :
1. Bagaimanakah kondisi kebersihan lingkungan sekolah saat ini?
2. Siapa yang bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah?
3. Bagaimanakah cara meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penulisan karya tulis
ilmiah ini yaitu untuk
1. Menggambarkan kondisi kebersihan lingkungan sekolah saat ini.
2. Mengetahui pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap kebersihan
lingkungan sekolah.
3. Mengetahui cara meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah.
D. Manfaat Penelitian
Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat
supaya tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri
sendiri maupun orang lain Kebersihan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau.
Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan hygene yang baik. kebersihan
badan meliputi kebersihan diri sendiri seperti mandi, gosok gigi, mencuci tangan,
dan memakai pakaian bersih. Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat
tinggal tempat kerja, dan tempat awam. Kebersihan tempat tinggal yang dilakukan
dengan cara mengelap perabotan rumah, menyapu, mengepel lantai, mencuci
peralatan masak dan peralatan makan
Pembinaan lingkungan sekolah sehat yang merupakan salah satu unsur penting
dalam membina ketahanan sekolah karena lingkungan lingkungan sehat
diperlukan untuk meningkatkan kesehatan siswa, guru, dan pegawai sekolah dan
pada akhirnya meningkatkan daya serap siswa dalam proses belajar mengajar.
Pembinaan lingkungan sekolah sehat dilaksanakan melalui konsep 7K meliputi:
1) Kebersihan;
2) Keindahan;
3) Kenyamanan;
4) Ketertiban;
5) Keamanan;
6) Kerindangan; dan
7) Kekeluargaan.
Ciri lingkungan sekolah yang bersih adalah : ventilasi sebagai media pertukaran
udara berfungsi baik, tempat mandi, cuci dan kakus berfungsi baik, tersedia air
bersih, ada tempat pembuangan sampah, lantai dan dinding bersih serta meja kursi
dan perabot lainnya bersih dan tertata rapi
Lingkungan yang kotor dan tidak sehat membuat lingkungan tidak nyaman, juga
dapat mendatangkan berbagai macam penyakit seperti demam berdarah, malaria,
diare dan penyakit kencing tikus. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan
lingkungan termasuk kebersihan lingkungan sekolah agar terhindar dari berbagai
macam penyakit tersebut
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang penulis pakai dalam membuat penelitian ini adalah
penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti
status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran
ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian
deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara
sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan
antarfenomena yang diselidiki..
Data yang telah dikumpulkan dengan melalui berbagai macam metode di atas
masih merupakan data mentah sehingga perlu dikelola dan dianalisis. Dalam
penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif, sehingga dalam menganalisis data
yang diperoleh hanya dengan menggunakan analisis deskriptif.
BAB IV
PEMBAHASAN
Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat bisa diwujudkan asalkan
dengan partisipasi seluruh warga sekolah serta dukungan dari jajaran internal
sekolah. Karenanya, penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat agar
generasi penerus bangsa kita juga tetap sehat dan bisa membangun Indonesia
dengan semangat kebersihan lingkungan yang kental
Menurut hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat diketahui bahwa
kondisi kebersihan lingkungan di SMAN 1 Pekalongan, masih kurang bersih,
karena kebersihannya itu hanya ditemukan pada pagi hari saja dan setelah
memasuki siang hari kondisinya menjadi kotor kembali dan masih banyak
ditemukan coretan-coretan yang menempel di meja dan bangku, ini diakibatkan
karena kurangnya kesadaran siswa mengenai akan pentingnya kebersihan. Masih
banyak kita jumpai sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Misalnya di
kolong meja, kantin, dan tempat-tempat yang tidak terlihat oleh mata
(tersembunyi). Padahal, tempat-tempat tersebut bukanlah tempat sampah.
Sampah-sampah tersebut berupa sampah sisa makanan, bungkus plastik makanan,
dan lain-lain.
Hal yang paling pokok untuk peran siswa dan siswi dalam menjaga kebersihan
kelas adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga kebersihan
kelasnya agar kelas tetap dalam keadaan bersih dan nyaman untuk proses kegiatan
belajar mengajar.
Pada sisi lain Untuk menciptakan.kebersihan di sekolah, Gurulah yang akan ditiru
oleh murid-muridnya, dengan demikian peran guru dalam pencegahan sangat
diperlukan dengan tindakan-tindakan yang berupa :
1) Membuat tata tertib kebersihan dan buang sampah sembarangan
2) Memberi contoh membuang sampah pada tempatnya
3) Memberikan nasehat apabila ditemukan pelanggaran membuang sampah
sembarangan,
4) Memberikan reward kepada petugas piket yang rajin dan besih dalam
membersihkan kelasnya
5) Membiasakan diri cuci tangan sehingga murid juga meniru
A. Kesimpulan
Lingkungan sekolah yang bersih, sehat serta indah akan menudukung kegiatan
proses belajar mengajar di sekolah sehingga sekolah mampu menghasilkan
lulusan yang berkualitas. Namun untuk menciptakan lingkungan yang bersih,
sehat serta indah tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran siswa
untuk membuang sampah pada tempatnya. Begitu juga yang terjadi di SMA
Negeri 1 Pekalongan. Kondisi kebersihan lingkungan di SMA Negeri 1
Pekalongan sampai saat ini masih belum sepenuhnya bersih, sehingga perlu
ditingkatkan lagi.
B. Saran
Berdasarkan simpulan di atas, maka penulis dapat menarik beberapa saran yang
melibatkan beberapa komponen yang dimohonkan kerja samanya dalam
membantu menyadarkan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah di
SMA Negeri 1 Pekalongan diantaranya menegakkan peraturan piket di masing-
masing kelas, mengadakan sabtu bersih dan dilombakan kebersihan kelasnya
masing-masing, menindak atau memberi sanksi yang tegas bagi para siswa dan
siswi yang mengotori lingkungan sekolah serta menambah fasilitas sarana
kebersihan.
DAFTAR PUSTAKA
http://maysitim.blogspot.com/2016/11/pengertian-kebersihan-sekolah.html
https://www.kompasiana.com/atikahhermansyah/571aeb273697731a0f9c7718/me
njaga-kebersihan-lingkungan-sekolah
http://friscaputikasari.blogspot.com/2014/09/kebersihan-lingkungan-sekolah.html