Nezza B Indo
Nezza B Indo
Nezza B Indo
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Maksud dan Tujuan............................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kebersihann Lingkungan Sekolah...................................... 3
B. Pengertian Siswa................................................................................... 4
C. Bersih Pangkal Sehat............................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat terutama di
sekolah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya
seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat
penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan,
tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini
siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A
bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat tersebut telah
disediakan tempat sampah.
Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan
sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat
mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat
menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman.
Demi tercapainya lingkungan yang ASRI perlu diadakan tindakan-
tindakan yang bersifat mencegah dan mengatasi masalah yang ada. Tindakan-
tindakan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Guru selalu memberi contoh bila membuang sampah selalu di tempatnya.
2. Guru wajib menegur dan menasehati siswa yang membuang sampah
sembarangan terutama pada saat siswa-siswi makan dan minum dalam
kelas, bungkusnya ditaruh dalam glodok bangku.
3. Mencatat siswa-siswi yang membuang sampah sembarangan pada buku
saku/ buku pelanggaran.
4. Membuat tata tertib baru yang isinya tentang pemberian denda terhadap
siswa sebesar Rp 2.000 setiap melanggar 1 tata tertib sekolah
1
B. Maksud dan Tujuan
Dengan tindakan-tindakan ini maka kebersihan sekaligus kedisiplinan
akan tercapai, terutama tindakan nomor 4 yang paling bagus, karena siswa mau
melakukan pelanggaran ini tidak berani dan mau melakukan pelanggaran itu juga
tidak berani, karena kalau melakukan pelanggaran tersebut akan didenda, pada
akhirnya kebersihan dan kedisiplinan, kepatuhan siswa terhadap tata tertibpun
akan terjaga, selain itu juga dapat mengharumkan nama baik sekolah, karena
diakui oleh masyarakat sekitar sekolah bahwa anak disekolah kita disiplin-disiplin
dan patuh terhadap peraturan.
2
BAB II
PEMBAHASAN
3
5. Memberi sanksi tersendiri bagi siswa yang melakukan pelanggaran
terutama membuang sampah sembarangan.
B. Pengertian Siswa
Pengertian siswa dalam isi kutipan buku yang berjudul “mengajar kelas
multikultural” yang berbunyi.
“Siswa adalah pribadi dengan potensi kebingungan pengabdian atas aturan
yang disepakati , jemu atas jalan keluar yang tak kunjung ada dan mengharap
terlalu tinggi akan kepuasan diri”.
4
b. Keadaan udara
Udara yang sehat adalah udara yang didalamnya terdapat yang kita
perlukan . contohnya oksigen dan didalamnya tidak tercemar oleh zat-
zat yang merusak tubuh . Contohnya CO2( Zat carbon-dioksida ).
c. Keadaan tanah
Tanah yang baik dan sehat adalah tanah yang baik untuk penanaman
suatu tumbuhan, dan tidak tercemar oleh zat-zat logam berat.
2. Cara-cara membersihkan lingkungan sekolah
Cara membersihkan lingkungan sekolah sebagai berikut :
a. Siapkan pralatan pembersih mulai dari sarung tangan, masker,
kemoceng, sapu ijuk, sapu lidi, sapu ijik panjang, kain lap, kain pel,
sempotan air atau spray, dan ember.
b. Gunakan masker dan sarung tangan dan masker.
c. Bersihkan plafon sekolah menggunakan sapu ijuk panjang.
d. Bersihkan meja. Kursi, vas bunga, bingkai foto, jam, dan sela-sals
jendela menggunakan kemoceng.
e. Menyapu ruangan kelas menggunakan sqapu ijuk, lalu mengisi ember
dengan air . Tambahkan super pel utuk menimbulkan bau harum dalam
ruangan. Pellah semua ruangan kelas.
f. Menyapu halaman depan dan belakang kelas menggunakan sapu lidi.
Kumpulkan sampah lalu pisahkan sampah organik dan non organik.
Sampah organik dapat kita jadikan pupuk kompos. Sedangkan non
organik kita dapat mengubahnya menjadi barang daur ulang.
g. Membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada pintu atau
jendela menggunakan lap kain, dapat digunakan dalam keadaan basah
atau kering.
h. Menguras bak wc seminggu sekali agar tidak tumbuh jentrik-jentik
nyamuk.
i. Menggosok dan membersikan wc dapat menjaga kebersihan dan
memberi efek nyman bagi siswa.
j. Lakukan semua dengan teratur.
5
3. Cara-cara menyadarkan siswa-siswi
Cara menyadarkan siswa dalam pentingnya menjaga lingkungan memang
sangat sulit. Sebenarnya kurang kesadaran para siswa dan kemauan
berubah itu tidak ada. Oleh karna itu faktor utama yang menjadikan
kurangnya kebersisan linngkungan sekolah dan sekitar adalah diri kita
sendiri. Untuk mengubah semua itu, ada beberapa cara untuk
menghilangkan prilaku malas dan prilaku buruk yang lainya yaitu:
a. Membiasakan membung sampah pada tempatnya.
b. Tidak membuang sampah sembarangan.
c. Melakukan piket kelas secara teratus.
d. Melakukan gotong royang setiap hari saptu.
e. Membersihkan wc seminggu sekali
f. Menguras bak-bak yang ada di wc guru dan murit seminggu sekali.
Dengan melakukan hal-hal tersebut diharapkan nantinya akan
menumbuhkan rasa sadar terhadap siswa-siswi smp negeri 3 pelepat
ilir dalam menjaga lingkungan.
4. Menjaga kebersihan sekolah
Sekolah merupakan salah satu lembaga formal pendidikan yang berfungsi
meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak. Sekolah juga
merupakan tempat kita memperoleh berbagai ilmu pengetahuan sebagai
bekal untuk bertahan hidup dikemudian hari paham dan pengenalan
mengenal lingkungan dapat diperoleh anak melalui pendidikan
disekolah.Cara menjaga lingkungan tempat belajar yaitu:
a. Menyusun program sekolah hijau.
b. Mendaftar atau menginvestasika dan melaksanakan program sekolah
hijau yaitu: membangun kegiatan apotek hidip ditempat belajar.
Mengurangi atau menghemat lamou, pendingin ruangan kelas,
konsumsi air, dan energi lainnya. Membangun mekanisme
pembangunan sampah ditempat belajar. Membiasakann untuk kegiatan
hemat atau bahkan mendaur ulang semua kertas, plastik dan sejenis.
Menyediakan tempat sampah berdasarkan jenis sampah.
6
Mengkondisikan kegiatan ekxtra kulikuler berbasis lingkungan, seperti
kelompok hijau, pecintaalam, dan sejenisnya. Melakukan diskusi atau
studi khusus tentang pemeliharaan lingkungan tempat belajar dan
sejenisnya. Contohnya menonton film bertemakan lingkunga,
kemudian mendiskusiksn atau membahas bersama-sama. Melakukan
tata tertip kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat belajar.
Mengadakan gerakan cinta kebersihan dan kesehatan lingkungan
tempat belajar.
7
3. Guru wajib menasehati siswa yang membuang sampah sembarangan.
Mencatat pada buku pelanggaran
4. Memberi sanksi tersendiri terhadap siswa yang membuang sampah
sembarangan. petugas piket pada hari itu juga membersihkan kelas dan
lingkungan sekitar.
8
yang bandel karena tidak membuang sampah pada tempatnya dan hal itu
menyebabkan pencemaran lingkungan di sekolah kita.
Salah satu ciri untuk mengatasinya dengan tindakan sebagai berikut :
a. Membuang sampah pada tempatnya.
b. Memberi sanksi tersendiri kepada yang melanggar.
c. Diadakannya lomba kebersihan untuk jum’at bersih.
3. Kebersihan sekolah
Banyak slogan yang berbunyi “ jagalah kebersihan”, dan “kebersihan
sebagian dari iman” banyak kita temui disekitar sekolah, tapi seringkali
kita melihat sampah yang beserakan di sekitar sekolah.
Akan tetapi slogan tadi tidak di pedulikan oleh siswa . Oleh karena itu,
banyak sampah yang berserakan dan sampah tersebut menjadi sarang
nyamuk sehingga mengakibatkan ancaman bahaya demam berdarah.
Sebagai murid yang berbudi pekerti luhur kita harus sadar akan bahaya
penyakit DBD/demam berdarah dan seharusnya kita juga harus menjaga
kebersihan lingkungan sekolah. Maka dari itu untuk mencapai lingkungan
sekolah yang bersih adapun cara-caranya, yaitu sebagai berikut:
a. Kita harus membuang sampah pada tempatnya
b. Didakannya lomba kebersihan atau jum’at bersih.
c. Guru wajib mengigatkan karena siswa menganggap kebersihan itu
sepele.4. Memberi sanksi/dicatat pada buku saku.
9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Faktor kebersihan adalah salah satu factor yang memicu semangat belajar
kita oleh karena itu kebersihan harus dijaga. Tapi apakenyataannya? Lingkungan
disekitar kita kumuh, kotor dan penuh dengan sampah, apa penyebabnya? Para
siswa membuang sampah tidak pada tempatnya.
Adapun slogan- slogan yang mengajak kita untuk hidup bersih,
diantaranya yang berbunyi “buanglah sampah pada tempatnya”, “bersih itu
indah”, “kebersihan adalah sebagian dari iman”, “bersih pangkal sehat”. Slogan-
slogan tersebut adalah contoh slogan yang mengajak kita untuk menjaga
kebersihan.
Demi tercapainya lingkungan yang bersih, rapi dan indah maka perlu
dilakukan tindakan yang dapat menciptakan lingkungan yang ASRI. Adapun
caranya yaitu :
1. Membuang sampah pada tempatnya.
2. Guru wajib mengingatkan murid kalau membuang sampah sembarangan.
3. Guru wajib menegur dan menasehati siswa yang membuang sampah
sembaranga.
B. Saran
Kebersihan di lingkungan sekolah adalah salah satu factor yang
mendorong kita untuk lebih semangat lagi dalam kegiatan belajar, oleh karena itu
kebersihan harus di jaga, akan tetapi apa kenyataannya..??? lingkungan sekolah
kotor, kumuh dan penuh dengan sampah.
Apa penyebab lingkungan menjadi lebih kotor, kumuh dan penuh dengan
sampah..??? para siswa membuang sampah sembarangan, juga merobek-robek
kertas didalam kelas, kalau makan jajan di tempat A,B, maupun C membuang
10
bungkusnya di tempat tersebut dan selain itu para siswa terutama anak laki-laki
kalau membuang air kecil tidak di siram.
Demi terciptanya lingkungan yang indh dan sehat adapun cara
mengatasinya yaitu sebagai berikut:
1. Membuang sampah pada tempatnya
2. Mengadakan lomba kebersihan
3. Memberi sanksi bagi siswa yang membuang sampah sembarangan.
4. Menyiram air seni kalau setelah buang air kecil.
11
DAFTAR PUSTAKA