Peningkatan Hasil Bisnis Mochi Mitra (Mochi 3R) Dengan Melakukan Sub-Branding
Peningkatan Hasil Bisnis Mochi Mitra (Mochi 3R) Dengan Melakukan Sub-Branding
Peningkatan Hasil Bisnis Mochi Mitra (Mochi 3R) Dengan Melakukan Sub-Branding
01, 2019
Program Studi Bisnis, Universitas Prasetiya Mulya; 2Program Studi Keuangan, Universitas Prasetiya Mulya; 3Program
Studi Bisnis, Universitas Prasetiya Mulya; 4Program Studi Branding, Universitas Prasetiya Mulya;5Program Studi
Bisnis, Universitas Prasetiya Mulya, 6Program Studi Bisnis, Universitas Prasetiya Mulya
*annastasia.bella@student.pmsbe.ac.id
Abstract Keywords
Community Development, help
Community Development is one of the best program of Prasetiya Mulya University
develop, revenue,
in collaboration with various small businesses in remote areas of Cianjur and sub-branding Mochi Gaya
Cipanas. We had the opportunity to help Ms. Wiwi's mochi business in Cianjur.
Mochi production by the community, especially Taman Jaya Dua Village, Gadog
Village, Pacet District, Cianjur Regency, has high potential to be developed both in
terms of quantity and quality. Many processes must be passed as the time goes by
to help develop partners' mochi businesses, including increasing standardization
and sub-branding of mochi styles, compiling production SOPs, using safe
preservatives, making online marketing media, adding competent workforce, and
monitoring business financial performance independent. Our results are very
satisfying. Ms. Wiwi as the business owner is also very happy and open with the
input we provide. The results we get from Community Service activities are very
satisfying as well. The income earned by Ms. Wiwi has also improved in line with
the development of Mochi Gaya.
Kata Kunci
Abstrak
Community Development,
Community Development merupakan program unggulan Universitas Prasetiya Mulya membantu mengembangkan,
yang bekerja sama dengan berbagai usaha kecil yang berada di pelosok daerah Cianjur pendapatan, sub-branding
dan Cipanas. Para mahasiswa/i yang ikut dalam Program Community Development Mochi Gaya
berkesempatan untuk membantu usaha mochi milik Ibu Wiwi yang berada di Cianjur.
Produksi mochi oleh masyarakat, khususnya Kampung Taman Jaya Dua, Desa Gadog,
Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan baik
dari segi kuantitas maupun kualitas. Dalam membantu mengembangkan usaha mochi
milik mitra, ada beberapa kegiatan yang harus ditingkatkan. Kegiatan tersebut antara
lain: peningkatan standarisasi dan sub-branding Mochi Gaya, penyusunan SOP produksi,
menggunakan bahan pengawet aman konsumsi, membuat media pemasaran online,
penambahan tenaga kerja yang berkompeten, dan pemantauan kinerja keuangan bisnis
yang mandiri. Hasil yang kami peroleh sangat memuaskan. Ibu Wiwi selaku pemilik
usaha juga sangat senang dan terbuka dengan masukan yang kami berikan. Hasil yang
kami peroleh dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat sangatlah memuaskan.
Pendapatan yang diperoleh oleh Ibu Wiwi juga semakin membaik seiring dengan
berkembangnya Mochi Gaya.
Pendahuluan
Standar kehidupan suatu bangsa dapat dinilai dari kemampuan bangsa itu untuk
menghasilkan barang dan jasa, sehingga hal tersebut sering menjadi acuan atau refleksi dari
perekonomian suatu negara. Sedangkan, peningkatan perekonomian suatu bangsa, dapat dilihat
dari kinerja para pengusahanya. Sehingga, dapat dikatakan bahwa semakin baik kemampuan
pengusaha dalam negara tersebut, maka semakin baik ekonominya, serta semakin sejahtera
pula bangsa tersebut.
Vol. 01, No. 01, 2019
Universitas Prasetiya Mulya merupakan suatu institusi pendidikan yang unggul dalam
ilmu bisnis dan ekonomi. Saat ini, Universitas Prasetiya Mulya telah terbukti menghasilkan
wirausahawan profesional yang mampu menerapkan dan memiliki mental wirausaha. Namun,
apalah artinya sejahtera jika yang lain sengsara? Apa artinya berada di atas jika tidak mengerti
apa rasanya di bawah? Maka dari itu, mata kuliah Community Development merupakan upaya
Universitas Prasetiya Mulya dalam berbagi kepada masyarakat, bukan dengan memberikan
“ikan” secara cuma-cuma, namun dengan memberikan pendampingan untuk mengajarkan cara
“memancing” untuk melahirkan “pemancing-pemancing” yang mandiri dan andal dalam kurun
waktu kurang lebih 1 bulan. Dalam kurun waktu tersebut, mahasiswa/i yang mengikuti
Program Community Development akan hidup bersama dengan para mitra pilihan yang berada
di desa area Cianjur untuk memberikan bimbingan pengelolaan usaha. Selain itu, para
mahasiswa/i akan hidup sama seperti masyarakat desa sekitar, berupaya untuk
mengembangkan usaha-usaha yang dimiliki oleh para mitra. Harapannya, agar usaha yang telah
tersentuh bantuan dari institusi ini dapat mengalami peningkatan pada berbagai aspek dan
mencapai tujuan akhir yaitu perekonomian bangsa yang lebih baik.
Sehingga, mata kuliah Community Development merupakan hal yang sangat mulia yang
dihibahkan dari institusi ini kepada bangsa kita tercinta, bangsa Indonesia. Melalui hal inilah,
para mahasiswa/i mampu menerapkan teori yang telah didapat di ruang kelas sambil
menabung pahala untuk berbagi, karena memberi tidak harus selalu dengan materi. Serta, para
alumni Universitas Prasetiya Mulya dapat menjadi pengusaha yang tahan banting dan memiliki
empati yang tinggi terhadap masyarakat yang mungkin tidak seberuntung yang lainnya.
Dalam proses Community Development, kelompok kami berkesempatan untuk
mendampingi mitra di Kampung Taman Jaya Dua, Desa Gadog, Kecamatan Pacet yang memiliki
usaha camilan manis dengan merek “Mochi 3R”. Bisnis ini dimulai menjelang akhir tahun 2018
dan dimiliki oleh seorang wanita yang pada awalnya hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga
bernama Ibu Wiwi. Dalam proses usahanya yang telah berjalan kurang lebih 4 bulan, kami
menemukan beberapa temuan menarik yang menurut kami layak untuk dipelajari lebih lanjut.
Kualitas mochi yang ditawarkan oleh Ibu Wiwi masih terbilang rendah dikarenakan,
Beliau menggunakan selai pasta yang dijual di pasaran untuk menambahkan rasa pada mochi
tersebut. Beliau juga menggunakan perisa pandan untuk setiap rasa yang ditawarkannya.
Produk mochi yang ditawarkan oleh Mochi 3R juga tidak menggunakan bahan pengawet
sehingga, hanya dapat bertahan kurang lebih selama 3 hari pada suhu ruangan normal. Serta,
distribusi mochi masih sangat terbatas di warung-warung dan belum memperhitungkan biaya
untuk pengiriman keluar kota maupun keluar pulau.
Mochi 3R dijual dengan harga di mulai dari Rp 2.000/box dengan isi 6 pcs. Sedangkan,
jika melakukan titip jual di warung-warung terdekat, Ibu Wiwi akan memperoleh sebesar Rp
1.600/box. Kami cukup terkejut dikarenakan menurut kami pendapatannya tidak sesuai dengan
tenaga yang dikeluarkan untuk mendapatkannya. Ketika kami menanyakan mengenai hal
tersebut, Ibu Wiwi menyampaikan bahwa ia merasa jika menjual lebih mahal, maka produk
yang ditawarkan tidak akan terjual habis. Tidak hanya itu, untuk bersaing dengan menjual
kualitas dan ukuran mochi serupa, harga Mochi 3R dapat terbilang memiliki harga yang lebih
mahal dibandingkan dengan kompetitor.
Sedangkan, setelah kami telusuri ternyata mochi yang ditawarkan oleh Ibu Wiwi
memiliki potensi untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat terealisasi jika,
Ibu Wiwi membuat mochi dengan ukuran yang lebih besar dan kualitas yang lebih baik. Kami
telah menemukan banyak merek dari produk mochi serupa pada daerah perkotaan dan dijual
dengan harga berkisar Rp 8.000/pc. Rumusan permasalahan yang telah didiskusikan oleh
kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Prasetiya Mulya ingin membantu
meningkatkan taraf hidup pada bidang ekonomi untuk Ibu Wiwi serta keluarga. Tujuannya agar
penjualan mochi dapat menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi mitra kami. Selain
2
Vol. 01, No. 01, 2019
itu, mochi yang ditawarkan oleh Beliau dapat disajikan dengan kualitas terbaik sesuai standar
berlaku.
Perumusan Masalah
Permasalahan yang dialami oleh bisnis mochi Ibu Wiwi telah kami diskusikan dan kami
rumuskan. Adapun poin-poin di bawah ini merupakan penjabaran dari hasil diskusi yang telah
dilakukan kelompok kami:
a. Cita rasa yang cenderung tidak konsisten disebabkan oleh belum terdapatnya
standarisasi yang tetap terkait bahan-bahan yang digunakan. Dalam membuat mochi,
Ibu Wiwi cenderung mengandalkan keterampilan tangannya yang memang sudah
terlatih. Namun, tidak jarang Ibu Wiwi masih kurang mampu mempertahankan kualitas
rasa yang optimal, sehingga tidak jarang pula Ibu Wiwi menerima keluhan dari para
konsumennya. Selain itu, ketidakkonsistenan cita rasa pada mochi yang diproduksi Ibu
Wiwi juga disebabkan oleh keterbatasan ketersediaan alat pengukur, yaitu timbangan
untuk memenuhi proses quality control dalam produksi.
b. Kelebihan dari Mochi 3R adalah pembuatan mochi ini sama sekali tidak menggunakan
pengawet kimia, melainkan pengawet alami seperti garam dan campuran antara tepung
beras dan aci. Akan tetapi, kelebihan yang mungkin pada awalnya dianggap sebagai nilai
tambahan ini justru malah membatasi kuantitas produk yang dapat didistribusikan,
sebab Mochi 3R ini hanya dapat tahan (di luar kulkas) selama 3 hari. Ibu Wiwi yang
kerap menitipkan produk mochi-nya ke warung-warung setempat harus terus
memasukkan barang baru setiap 3 hari sekali. Itu pun tidak menjamin bahwa semua
mochi yang dititipkan Ibu Wiwi ke warung akan akan laku terjual, terutama pada masa
awal Ibu Wiwi menjalankan bisnis mochi ini, dimana pengetahuan masyarakat setempat
tentang produk mochi itu sendiri masih rendah.
c. Asal mula mochi berasal dari Jepang. Namun, di Indonesia, mochi sendiri telah
dimodifikasi sehingga cita rasanya cocok di lidah orang Indonesia. Mochi hasil
modifikasi yang marak dijual di Indonesia sendiri memiliki banyak varian yang juga
bergantung pada domisili produksi mereka. Adapun mochi khas Indonesia yang tidak
asing di kalangan masyarakat, terdiri dari: Mochi Sukabumi, Mochi Cianjur, Mochi
Yogyakarta, dan Mochi Semarang. Jenis mochi yang dijual oleh Mochi 3R ini adalah
Mochi Cianjur. Meskipun rumah produksi Mochi 3R berlokasi di Cianjur, masyarakat
Desa Gadog setempat masih merasa asing kepada Mochi Sukabumi yang dijual di bawah
merk Mochi 3R. Secara umum, pengetahuan dan kesadaran masyarakat setempat
mengenai produk mochi saja ternilai rendah, sehingga tidak besar kemungkinan
masyarakat agar membeli produk yang bahkan mereka sendiri tidak tahu. Belum lagi,
target pasar Ibu Wiwi tergolong cukup sempit, yaitu hanya di sebagian daerah dari Desa
Gadog, dimana ia menitipkan produknya ke warung-warung lokal, dan untuk media
pemasaran online sendiri, Ibu Wiwi hanya mempromosikan Mochi 3R di akun Facebook
pribadinya kepada teman-temannya dan via WhatsApp pribadi.
d. Dalam pembuatan mochi, dibutuhkan tangan yang terampil. Untuk meningkatkan
keterampilan tersebut, dibutuhkan pelatihan secara berkala. Ibu Wiwi yang sudah
terampil dan berpengalaman tentu tidak merasa kesulitan dalam menjalankan proses
produksi ini. Akan tetapi, kapasitas produksi 1 orang tentunya terbatas, belum lagi jika
Ibu Wiwi sedang dalam rangka menyambut perayaan hari raya nasional. Ibu Wiwi
mungkin sempat mempertimbangkan untuk merekrut pegawai, namun tidak jarang pula
kinerja pegawai yang dipekerjakannya ini berada di bawah ekspektasinya, sehingga
terdapat pula penurunan kualitas mochi yang diproduksinya. Hal tersebutlah yang
menjadi pertimbangan utama Ibu Wiwi dalam rekrutmen pegawai. Di satu sisi, ia
berkeinginan untuk meningkatkan jumlah produksi, namun karena terbatasnya waktu
yang dapat diluangkan untuk melakukan pelatihan, Ibu Wiwi tidak dapat menurunkan
3
Vol. 01, No. 01, 2019
kualitas produk yang dihasilkannya. Diketahui juga bahwa Upah Minimum Regional
(UMR) di Desa Gadog adalah sebesar Rp 15.000/hari, yang menjadi pertimbangan Ibu
Wiwi berikutnya adalah apakah ia mampu mempekerjakan pegawai, serta
memberikannya upah dengan pendapatan yang diterima dari penjualan Mochi 3R.
e. Selama ini, Ibu Wiwi tidak pernah melakukan pencatatan keuangan yang memisahkan
dengan jelas antara pemasukan dan pengeluaran kegiatan usahanya, sehingga Ibu Wiwi
sendiri mengalami kesulitan akan pemantauan kinerja bisnisnya. Mochi 3R sendiri juga
menerima transaksi pembayaran via transfer, namun Mochi 3R masih belum memiliki
rekening sendiri. Selama ini, Ibu Wiwi menerima pembayaran via transfer lewat
rekening pribadi milik Pak Beben, suaminya. Adapun rekening pribadi yang digunakan
tersebut akan mempersulit pemantauan kinerja bisnis, sebab keuangan yang akan
digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis tercampur dengan keuangan pribadi.
Belum lagi, Pak Beben memiliki berbagai sumber pendapatan, antara lain: bisnis
percetakan, fee sebagai penghulu, dan sumbangan dari panti asuhan. Berbagai
macamnya sumber pendapatan keluarga Ibu Wiwi yang diletakkan di rekening yang
sama akan menyulitkan pemantauan kinerja bisnis Mochi 3R.
Telaah Literatur
1. Sub-branding
Sub-branding merupakan salah satu strategi dalam pemasaran yang bertujuan
untuk memperluas merek dari suatu produk. Kevin Lane Keller (2002) mendefinisikan
sub-branding sebagai suatu praktik yang memadukan brand yang sudah ada dengan
suatu brand baru yang telah dimodifikasi sedemikian rupa, namun tetap padu. Sub-
branding ini biasanya digunakan apabila suatu merek tertentu hendak memasuki
segmentasi pasar yang baru, dengan masih tetap menawarkan produk yang sama atau
sejenis. Adapun keunggulan dari melakukan praktik sub-branding ini adalah potensi
exposure yang dapat diberikan kepada brand induk suatu produk dari sub-brand yang
dikembangkan. Sedangkan, hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mempraktikan
sub-branding ini adalah biaya untuk menciptakan brand baru tersebut, serta potensi
kerugian yang dapat terjadi.
2. Standard Operating Procedure
Seperti namanya, Standard Operating Procedure (SOP) merupakan prosedur
yang ditulis secara spesifik dan menjelaskan aktivitas tertentu untuk menyelesaikan
suatu tugas/pekerjaan yang selaras dengan peraturan yang berlaku dalam menjalankan
bisnis. SOP juga mendefinisikan kegiatan usaha yang diharapkan, sehingga dapat
mencapai standar kualitas tertentu. Untuk usaha kecil sekalipun, SOP juga memegang
peran penting untuk mencapai kesuksesan karena adanya prosedur yang terstandarisasi
ini akan mendisiplinkan segala kegiatan usaha yang berlangsung. Adapun kesuksesan
yang dapat terwujudkan lewat penerapan SOP, antara lain:
● Efisiensi, sehingga dapat memaksimalkan profitabilitas kedepannya
● Konsistensi dan keandalan produk dan jasa
● Meminimalisir kesalahan yang terjadi
● Acuan dalam penyelesaian konflik tertentu
● Value added untuk suatu bisnis
SOP yang berlaku di setiap bidang tentunya berbeda. Berikut adalah SOP yang
didokumentasikan secara umum untuk setiap bidang:
a. Operasi
● Langkah-langkah produksi
4
Vol. 01, No. 01, 2019
● Jadwal produksi
● Pemeliharaan alat dan perlengkapan
● Kontrol kualitas
b. Keuangan dan Administrasi
● Jurnal akuntansi
● Piutang usaha: proses penagihan dan kolektibilitas
● Utang usaha: upaya memaksimalkan arus kas, namun tetap memenuhi
kewajiban tepat waktu
c. Pemasaran dan Penjualan
● Persetujuan komunikasi eksternal (dalam konteks ini, hanya melibatkan
konten media sosial)
● Kebijakan refund dan retur
● Pengakuan terhadap keluhan, serta kritik dan saran
d. Sumber Daya Manusia
● Job descriptions
● Orientasi dan pelatihan karyawan
● Penilaian kinerja
3. Sodium Benzoat sebagai Bahan Pengawet Makanan
Sodium benzoat atau natrium benzoat yang memiliki rumus kimia NaC6H5CO2,
marak digunakan sebagai pengawet makanan dan telah mendapatkan izin Badan
Pengawasan Pangan Obat dan Makanan (BPPOM). Garam benzoat ini tercipta dari
perpaduan garam natrium dan asam benzoat yang dilarutkan dalam air. Natrium
benzoat ini sering digunakan sebagai zat aditif pada minuman, serta anti jamur dan
pengawet pada makanan. Meskipun asam benzoat merupakan zat penambah makanan
yang lebih efektif, namun garam benzoat lebih sering digunakan karena tidak larut
dalam air. Adapun Food and Drug Administration yang mengawasi peredaran dan
kandungan obat dan makanan di Amerika Serikat, membatasi konsentrasi garam
benzoat sebagai pengawet yaitu sebanyak 0,1% dari berat. Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM) juga membatasi penggunaan zat aditif sodium benzoat yaitu sebanyak
0-5 mg/kg berat badan konsumen. Meskipun telah mendapat izin tersertifikasi, natrium
benzoat tidak baik dikonsumsi secara berlebih karena apabila tercampur dengan asam
askorbat (yang terkandung dalam vitamin C) dapat menciptakan zat karsinogen yang
dapat menimbulkan kanker. Profesor Peter W. Piper (2007) juga menyebutkan bahwa
sodium benzoat dapat merusak, bahkan menonaktifkan bagian penting dari DNA dalam
sel mitokondria. Oleh sebab itu, penambahan zat aditif garam benzoat perlu
diperhatikan meskipun garam benzoat dapat menunda pembusukkan makanan.
4. Pemasaran Online (E-marketing) dan E-commerce
Pemasaran secara umum didefinisikan sebagai proses pemenuhan suatu
keinginan dan kebutuhan kelompok tertentu dengan menawarkan suatu produk atau
jasa yang dapat mengisi kekosongan tersebut. Sedangkan, pemasaran online adalah
proses pemasaran yang menggunakan sarana internet untuk dapat terhubung dengan
konsumen (Bullhost, 2005). E-marketing diklasifikasikan menjadi 2 (dua) tipe: pasif dan
aktif. E-marketing pasif adalah dengan menyediakan website untuk melakukan kegiatan
pemasaran dan transaksi penjualan. Sedangkan, e-marketing aktif adalah suatu upaya
yang dijalankan untuk dapat menjangkau pelanggan-pelanggan baru yang berpotensi.
Pemasaran online yang aktif ini dapat diwujudkan dalam penggunaan media sosial
dengan menerapkan strategi pemaparan konten pemasaran yang menarik dan interaktif
untuk menjangkau lebih luas konsumen yang potensial.
5
Vol. 01, No. 01, 2019
6
Vol. 01, No. 01, 2019
Mochi Gaya. Peningkatan standar akan dilakukan pada sub-brand Mochi Gaya
dengan memperbaharui mulai dari bentuk, rasa, varian, hingga kemasan
sehingga diharapkan dapat menjangkau target pasar yang lebih luas dan
diterima oleh seluruh kalangan masyarakat. Kelompok melakukan penyesuaian
terhadap resep isian mochi, memperbesar ukuran mochi, menetapkan varian
rasa inti, serta mendesain ulang kemasan yang akan digunakan. Tidak hanya itu,
kelompok juga ingin tetap mempertahankan harga yang terjangkau dengan
menjual produk tersebut seharga Rp 4.000/butir.
7
Vol. 01, No. 01, 2019
rasa keju juga diberikan sodium benzoat sebesar 1000 mg/kg dengan kategori
pangan campuran margarin dan mentega.
Bahan pengawet yang digunakan hanyalah sedikit namun, memberikan
dampak besar terhadap masa simpan produk mochi yang ada. Bahan pengawet
juga memberikan sedikit perbedaan pada tekstur mochi. Tekstur mochi menjadi
terasa lebih kenyal dan nikmat untuk dikonsumsi.
b. Pemasaran Media Sosial, Setelah akun platform jual beli dan social
media terbentuk dan telah diisi dengan produk-produk yang akan
didistribusikan, sebagai pengusaha mitra harus dapat mendatangkan
customer. Dalam hal ini kami akan membimbing dan memberikan
tentang penggunaan, dan cara berkomunikasi dengan calon pembeli di
instagram dan Tokopedia yang dijadikan sebagai platform utama untuk
menjalankan Social Media Marketing ini. Kedua platform tersebut akan
menggunakan TopAds dan juga Insta Ads, sehingga produk-produk mitra
dapat didistribusikan dengan baik.
8
Vol. 01, No. 01, 2019
9
Vol. 01, No. 01, 2019
Hasil
Setelah melalui berbagai analisis terkait usaha mochi yang dijalankan oleh Ibu Wiwi,
Kelompok kami berusaha menerapkan solusi terbaik terkait permasalahan yang ada. Kami telah
mendapatkan hasilnya yang dipaparkan sebagai berikut:
10
Vol. 01, No. 01, 2019
dampak positif dan berkurangnya resiko pada proses produksi. Diharapkan juga
dengan adanya SOP, proses pencatatan dan pendataan lebih mudah karena di
setiap produksi nya terukur.
11
Vol. 01, No. 01, 2019
Kesimpulan
Selama periode live-in berlangsung dalam kegiatan Community Development dan juga
setelah merumuskan masalah dan menerapkan solusi berdasarkan metode-metode yang telah
dijabarkan, kelompok kami dengan ini menyampaikan apa yang menjadi kesimpulan kami
terkait berbagai rumusan masalah yang telah dibuat sebagai berikut:
1. Inovasi produk terkait Mochi Gaya membawa dampak yang sangat positif bagi
perekonomian mitra.
2. Program penerapan SOP Produksi sangat bermanfaat bagi mitra untuk menjaga
kualitas mochi tetap presisi setiap melakukan produksi, sehingga pandangan
masyarakat tentang produk mochi tersebut tetap terjaga dengan baik.
3. Penggunaan bahan pengawet dengan takaran yang tepat membantu memenuhi
kebutuhan konsumen yang berdomisili di luar kota.
4. Penggunaan media sosial membantu mitra menjangkau konsumen secara lebih
luas dengan metode yang efektif.
5. Seleksi secara ketat dan penggunaan bantuan tenaga kerja dapat membantu
pekerjaan Ibu Wiwi selaku pemilik usaha.
6. Pencatatan keuangan membantu mitra mengetahui kinerja dan perkembangan
bisnis.
Ucapan Terimakasih
Ucapan terima kasih kami haturkan atas terlaksananya Program Community
Development 2019 (Comdev) kepada seluruh jajaran RT dan RW kampung Taman Jaya II dan
Desa Gadog, Bapak Beben Suherman dan Ibu Wiwi Karsih serta keluarga selaku mitra kami
hingga seluruh masyarakat di Desa Gadog yang telah menyambut kami dengan hangat dan
tanpa pamrih selama program Community Development berlangsung. Tanpa bantuan dan
sambutan dari mereka semua, kelompok kami pasti akan kesulitan dalam menyelesaikan
aktivitas selama 1 bulan Community Development ini. Selain itu, tak lupa juga kami
menyampaikan ucapan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Yth. Bapak Antonius Puspo
Kuntjoro selaku dosen pembimbing lapangan kelompok kami dan juga kepada kakak fasilitator
yaitu Kak Riko dan Kak Witha yang telah membimbing dan mengawasi kami selama kegiatan
Community Development ini berlangsung. Serta, terima kasih kepada seluruh petugas
pengamanan dari institusi Prasetiya Mulya yang berupaya mengamankan kami selama kami
mengikuti program ini. Terakhir, tak lupa kami berterima kasih kepada seluruh Energizer dan
Explorer yang secara tidak langsung membantu meningkatkan usaha mitra kami melalui
berbagai macam cara. Sekali lagi, tak cukup rasa terima kasih kami kepada kalian semua.
Daftar Pustaka
Adler, Max. 2010. A Study of Marketing and Online Marketing Tools which Improve Online Success. GRIN
Verlag. Norderstedt: Druck und Bindung.
Bedburry, Scott., dan Stephen Fenichell. 2003. A New Brand World: Eight Principles for Achieving Brand
Leadership in the Twenty-First Century. London: Penguin.
12
Vol. 01, No. 01, 2019
Brampton Small Business Enterprise Centre. 2011. What is a Standard Operating Procedure (SOP)?.
Diambil dari:
https://www.brampton.ca/EN/Business/BEC/resources/Documents/What%20is%20a%20Standard%2
0Operating%20Procedure(SOP).pdf. (29 Maret 2019)
Kenton, Will., dan Adam Hayes. 2019. Dividend Payout Ratio. Diambil dari:
https://www.investopedia.com/terms/d/dividendpayoutratio.asp. (31 Maret 2019)
Gay, Richard., Alan Charlesworth., dan Rita Esen. 2007. Online Marketing: A Customer-led Approach.
Great Britain: Oxford University Press.
Gurel, Emet., dan Merba Tat. 2017. SWOT Analysis: A Theoretical Review. Vol. 1 issue 51, Agustus 2017.
Diambil dari:
http://www.sosyalarastirmalar.com/cilt10/sayi51_pdf/6iksisat_kamu_isletme/gurel_emet.pdf
Hootsuite. 2018. DIGITAL IN 2018: WORLD’S INTERNET USERS PASS THE 4 BILLION MARK. Diambil dari:
https://wearesocial.com/blog/2018/01/global-digital-report-2018. (13 Februari 2019)
Marchak, Emily. 2015. The Pros and Cons of Sub-branding and Brand Extension. Diambil dari:
https://brogan.com/blog/pros-and-cons-sub-branding-and-brand-extension/. (29 Maret 2019)
Praja, Deny Indra. 2015. Zat Aditif Makanan: Manfaat dan Bahayanya. Yogyakarta: Garudhawaca.
Lampiran
Gambar 2. Produk Setelah Pemberian Label Merk Gambar 3. Anggota Kelompok Peneliti Membantu
Proses Produksi Mitra
13
Vol. 01, No. 01, 2019
14
Vol. 01, No. 01, 2019
Kacang
1 pcs Rp 4.000
1. Kecil
Coklat
1 pcs Rp 4.000
Kacang
5 pcs Rp 20.000
2. Sedang
15
Vol. 01, No. 01, 2019
Coklat
5 pcs Rp 20.000
Keju
5 pcs Rp 20.000
Kacang
10 pcs Rp 35.000
3. Besar
Coklat
10 pcs Rp 35.000
Keju
10 pcs Rp 35.000
16
Vol. 01, No. 01, 2019
17